Kamis , 12 Juli 2018

Asian Games 2018 di DKI Kurang Heboh

 

Pernak pernik Asian Games mulai terpasang.

thejak.co – Perhelatan Asian Games yang digelar pada Agustus mendatang di Jakarta dan Palembang, ternyata masih banyak yang belum tahu.

Persiapan dan promosi Asian Games 2018 masih memprihatinkan. Masih banyak masalah dihadapi meski gelaran akbar tersebut tinggal menghitung hari.

Jen (34), warga Penjaringan, Jakarta Utara ini tidak tahu sama sekali kalau di Jakarta itu ada Asian Games. “ Saya nggak tahu sama sekali tuh. Kalau ada pesta olahraga Asian Games,” ujarnya.

Sama halnya, dengan Wira (30), warga Benhil, Jakarta Pusat. “ Waduh saya malah nggak tau sama sekali,” tuturnya. Menurut Wira, Asian Games tidak ada gaungnya baik promosi di televisi maupun koran. “ Habis nggak ada promosinya,” terangnya.

Anggota Komisi X dari Fraksi PKS Ledia Hanida yang angkat suara soal tersebut. Menurutnya, pesta olahraga bangsa Asia itu tidak direncanakan dengan baik.

“Mulai dari sosialisasi hingga pengangguran masih mengalami masalah. Mereka (panitia Inasgoc) tidak bekerjasama dengan komunitas olahraga, yang lebih parahnya, sampai hari ini tidak tersosialisasikan pelaksanaan Asian Paralimpic Games, yang digelar pasca Asian Games,” ucapnya

Menurutnya, Inasgoc beserta pemerintah harus membuat paket sosialisasi antara Asian Games dengan Asian  Paralimpic Games di mana semua pesertanya merupakan atlet disabilitas.  Berdasar data, sambung Ledia, ada lebih dari 1000 atlet yang men?ggunakan kursi roda.

“Ini perlu diangkat untuk membangun awareness terkait hak penyandang disabilitas. Dulu di Korea sosialisasi dua agenda ini dijadikan sepaket. ? Justru malah tidak di Indonesia,” tegasnya.

Politisi PKS itu juga mengakui bahwa sosialisasi Asian Games memang belom masiv. Begitu pun dengan sarana prasarana di Palembang dan Jakarat masih banyak yang belum sempurna.

“Harus diakui kita terlambat memulai persiapan efeknya semua grabak-grubuk terutama harus dibantu sosialisasi. Inasgoc dan Kemenpora harusnya menggunakan banyak jalur baik sekolah, sosial media dan banyak lagi untuk melakukan sosialisasi,” jelasnya.

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengkritik persiapan Asian Games 2018 di Jakarta. Pras, sapaan akrab Prasetio, menilai Jakarta masih kurang mempromosikan Asian Games.

“Kita harus apresiasi semua kegiatan di venue-venue Asian Games. Tapi sebagai tuan rumah kok rasanya masih kurang mempromosikan Asian Games,” kata Pras kepada wartawan di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (10/7).

Pras mempertanyakan kesiapan Pemprov DKI Jakarta dalam pengendalian massa saat Asian Games. Dia juga khawatir masih banyaknya PKL yang berada di sekitar venue Asian Games di Stadion GBK.

“Bagaimana nanti pengendalian massa saat Asian Games. Saya lihat nanti bakal banyak masyarakat yang masuk ke area GBK. Di area GBK ini, pesertanya sebagai Asia, harus dibuat dari PKL, terutama di trotoar. Kalau PKL masih menumpuk, nanti jadi force majeure di mana-mana, nanti jadi nggak bagus juga,” jelas Pras.

Pras juga mengusulkan agar siswa digratiskan masuk ke venue Asian Games. Menurutnya, kehadiran siswa dapat semakin menyemarakkan event terbesar se-Asia tersebut.

“Dinas Olahraga bilang hanya ada 250 orang per wilayah. Jadi penontonnya hanya 750 orang, sementara kapasitas di sana hingga 100 ribu kursi. Tambahkan lagi, semua sekolah yang libur kasih masuk ke Senayan. Itu pesta besar,” tutur Pras.

Politikus PDIP ini juga berharap Dishub DKI menertibkan angkutan umum di Jakarta. Salah satunya adalah terminal bayangan di Dukuh Atas, yang menurutnya perlu ditertibkan.

“Ada terminal bayangan di Dukuh Atas yang harus segera ditertibkan,” sebut Pras.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membenarkan baru sedikit warga yang mengetahui akan ada Asian Games di Jakarta tahun ini.

“Data kami dari Jakarta Smart City, baru 20 persen warga Jakarta yang mengetahui akan ada Asian Games. Itu belum mendukung ya, (baru) mengetahui ada (Asian Games),” ujar Sandiaga.

seperti apa, hingga penutupannya,” kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/4).

Di tempat terpisah, Presiden Jokowi juga menyoroti minimnya promosi Asian Games 2018. Padahal kata, dia, pergelaran yang hanya menghitung hari ini seharusnya lebih masif dipromosikan di media lokal maupun media Internasional.

“Terakhir saya melihat terutama di sisi promosi untuk Asian Games ini baik di media lokal maupun media internasional yang belum ada pergerakannya,” ujar Jokowi.

“Setiap dua minggu untuk media nasional maupun internasional juga harus rutin diadakan untuk marketing Asian Games,” sambungnya.

Perhelatan Asian Games yang mendatangkan atlet-atlet dari negara Asia ini memang menjadi pertaruhan kredibilitas Indonesia. Berdasarkan pengamatan, seperti tidak ada ada tanda-tanda event olahraga itu. Bahkan di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga pun, tidak terlihat adanya persiapan maksimal.

Jokowi menggarisbawahi kurang massifnya promosi menjelang penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018.

Presiden menginginkan waktu yang tersisa bisa digunakan dengan maksimal untuk melakukan promosi yang massif di lingkup nasional hingga internasional. NH/HDS

Share

Check Also

LPDB-KUMKM Perkuat Modal KSU Jatirogo

Thejak.co-Pinjaman modal melalui dana bergulir LPDB-KUMKM kepada pelaku usaha KUMKM terbukti mampu membawa perubahan ekonomi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *