Selasa , 18 September 2018

2.800 KTP ELEKTRONIK BERSERAKAN DI SERANG

 

Ribuan e-KTP yang ditemukan di Serang,Banten, kemarin.

thejak.co – Sebanyak 2.800 KTP elektronik ditemukan tercecer di semak belukar Cikande, Serang, Banten. Kepingan e-KTP ditemukan dalam sebuah kardus.

“Ada sekitar 2.800. Ditemukan warga, kemudian diserahkan ke Koramil karena lokasinya dekat kantor Koramil,” kata Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan di Serang, Banten, Selasa (11/9).

Begitu ditemukan, Indra mengatakan, ribuan KTP itu langsung dibawa ke kantor Makodim 0602/Serang. Di situ dilakukan pertemuan antara Dandim, Kapolres, dan Dukcapil. KTP tersebut, menurutnya, diakui milik Pemkab Serang.

“Barang milik Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil),” ujarnya.

Ia melanjutkan, setelah ini ada rilis resmi dari pihak pemda Serang terkait adanya penemuan KTP tersebut.
“Satu pintu nanti, langsung ada rilis dari pihak pemda,” ujarnya.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Asep Saepudin Mustafa menjelaskan KTP tercecer karena ada kelalaian dari oknum staf.

“Berdasarkan penjelasan, pihak pemerintah Kecamatan Cikande sedang merapihkan ruang yang biasa dipakai gudang atau tempat penyimpanan barang yang tidak terpakai. Ruang gudang tersebut akan digunakan. Akibat ketidakpahaman, kemudian dokumen kependudukan tersebut dibuang oleh oknum staf kecamatan ke tempat pembuangan sampah secara sembarangan,” ujar Asep.

Dia menjelaskan, KTP maupun KK yang salah cetak dan tidak terpakai sudah tidak dikirim lagi ke Kemendagri karena gudang yang penuh. Maka dokumen itu disimpan di gudang Disdukcapil dan kantor kecamatan.

“Perlu diketahui, sejak saya memimpin Disdukcapil Kab Serang pada 2015, setiap fisik KTP-el dan KK yang salah cetak serta yang sudah tidak terpakai karena ada pergantian data kependudukan warga, kami kirim ke Kemendagri. Namun sejak 2016, Kemendagri tidak menerima karena gudangnya penuh dari pengiriman se-Indonesia. Fisik KTP-el atau KK yang sudah tidak terpakai kemudian disimpan di gudang Disdukcapil dan kantor kecamatan,” jelasnya.

Agar kejadian serupa tak terulang, Asep menjelaskan pihaknya akan melakukan rapat. Mereka juga akan menarik KTP yang tidak terpakai.

“Kami akan melakukan rapat bersama pemerintah kecamatan, Rabu (12/9/2018). Kami akan tarik semua fisik KTP-el dan KK yang sudah tidak berfungsi atau tidak terpakai ke kantor Disdukcapil Kab. Serang,” jelas Asep.

Asep menjabarkan, total ada 2.910 KTP dan 9 Kartu Keluarga (KK) yang ditemukan. Dari 2.910 KTP, 513 diantaranya merupakan KTP manual dan 111 e-KTP telah rusak secara fisik.

“Kami melakukan uji data dengan alat pembaca (reader) terhadap 4 KTP-el dan 9 kartu keluarga. Semua sudah tidak berlaku (tidak aktif) atau KTP-el dan KK yang tidak digunakan karena telah dilakukan pergantian akibat perubahan data penduduk yang bersangkutan,” jelas Asep.

“Misalnya, atas nama Asan, melakukan pergantian fisik KTP-el karena mengubah jenis pekerjaan dari wiraswasta menjadi kepala desa. Atas nama Suharyati, melakukan pergantian fisik KTP-el karena mengubah status perkawinan. Kemudian untuk KK, misalnya atas nama Basar, kepala keluarga, melakukan pergantian karena pembaharuan KK dari tanda tangan camat menjadi tanda tangan kepala Disdukcapil Kab. Serang sesuai amanat undang-undang. Kami akan uji semua KTP-el untuk memastikan sebagai produk yang sudah tidak terpakai dari proses pergantian,” lanjutnya. NH

Share

Check Also

FAM Tangerang Kritik Demo Mahasiswa Tak Pro Rakyat

  Demonstrasi mahasiswa yang terjadi beberapa waktu yang lalu menuai kritikan dari berbagai elemen masyarakat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *