Rabu , 19 September 2018

BANDARA LOMBOK GANTI NAMA, SBY MURKA

 

Bandara Lombok yang diresmikan Susilo Bambang Yudhoyono.

thejak.co – Perubahan nama Bandara Lombok Internasional menjadi Bandara Zainuddin Abdul Madjid, membuat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) murka.

SBY merespons bakal digantinya prasasti yang ditandatanganinya di Bandara Lombok.

SBY mempersilakan dan menyebut catatan Tuhan tidak akan pernah bisa dihapus.

Perubahan tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP 1421 Tahun 2018.

SBY meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghormati karya-karya dari presiden terdahulu.

“Saya yakin Pak Jokowi akan menghormati karya dan capaian para pendahulu-pendahulunya, sejak Bung Karno hingga saya.

Namun, apabila pencopotan prasasti Bandar Udara Internasional Lombok yang saya tanda tangani pada tanggal 20 Oktober 2011 dulu merupakan keinginan beliau dan atas saran Pak Zainul Majdi, serta merupakan pula keinginan masyarakat Lombok … ya saya persilakan,” kata SBY dalam keterangan tertulis, Rabu (12/9).

Soal penggantian prasasti, SBY mengungkapkan tidak memiliki hak untuk menghalangi. Menurutnya, jejak sejarah seseorang bisa saja dihapus oleh manusia, tapi tidak oleh Tuhan.

“Lagi pula saya kan tidak punya hak, apalagi kemampuan untuk menghalang-halangi. Saya berpendapat prasasti dan jejak sejarah seseorang dapat dihapus oleh manusia yang lain, kapan saja dan di mana saja. Namun, saya sangat yakin, …. catatan Allah SWT tidak akan pernah bisa dihapus. Tolong isu ini tak perlu diributkan. Masih banyak yang harus dilakukan oleh negara dan kita semua, utamanya bagaimana membuat rakyat kita makin ke depan makin sejahtera,” ucapnya.

Pengubahan itu mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah satunya untuk TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, yang merupakan tokoh asal NTB. Diketahui Zainuddin merupakan kakek Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan penggantian nama tersebut telah mendapat persetujuan oleh DPRD dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pergantian itu sudah mendapat persetujuan dari DPRD dan Gubernur. Sudah,” kata Budi, Rabu (12/9).

Selain itu, Budi mengatakan, pertimbangan pergantian nama itu sebagai bentuk apresiasi atas jasa pahlawan nasional yang merupakan tokoh NTB. “Dan itu kan tokoh nasional, pahlawan nasional satu-satunya dari NTB,” kata Budi.

Budi mengatakan surat pergantian nama bandara itu telah dikeluarkan pada 5 September 2018. Budi menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi terkait pergantian nama bandara tersebut.”SK sudah keluar. Sekarang peresmiannya sedang dilakukan sosialisasi,” kata Budi.

Terkait dengan tudingan ada upaya sengaja untuk mengganti prasasti bertanda tangan SBY, Budi membantahnya. Dia menegaskan memang tidak bisa dimungkiri jasa SBY banyak atas berdirinya bandara tersebut.

“Saya pikir begini, kita berusaha untuk saling menghormati. Karena jasa Pak SBY pasti banyak juga atas bandara itu,” katanya.

Sementara itu, Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief menduga ada modus terselubung dari pengubahan nama Bandara Lombok. Prasasti bertanda tangan SBY di bandara tersebut diduga sengaja ingin diganti.

Andi pun menyinggung Presiden Jokowi yang disebutnya ingin mengganti prasasti SBY di Bandara Lombok. Dia menampilkan video saat SBY meresmikan bandara tersebut pada 2011 saat masih menjabat presiden.

“Pak Jokowi, apakah anda tidak punya rasa malu mau mengganti prasasti Bandara Lombok dengan prasasti baru bertandatangan anda? Ini Video SBY meresmikan membangun dan meresmikan Bandara Lombok,” kata Andi di Twitter, Rabu (12/9). NH

Share

Check Also

Pospera Kabupaten Serang Bantu Air Bersih Rakyat

  THEJAK, Pospera- Dewan Pimpinan Cabang Posko Perjuangan Rakyat Kabupaten Serang (POSPERA) memberikan bantuan air ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *