Minggu , 16 September 2018

PKB Targetkan RUU Pendidikan Madrasah Selesai Tahun Ini

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal

Thejak – Rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR menyetujui Rancangan Undang Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sebagai usul inisiatif DPR. Selanjutnya, RUU tersebut akan dibawa ke paripurna dalam waktu dekat untuk dimintakan persetujuan.

Pimpinan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan Fraksi PKB mendorong Rancangan Undang-undang (RUU) Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren bisa disahkan tahun ini. Saat ini katanya, RUU yang sudah digulirkan lebih dari setahun telah melalui sejumlah perbatasan.

“Pokoknya periode ini, di tahun masa sidang 2018, RUU itu harus sudah selesai,” ujar Cucun, Kamis (13/9).

Katanya, usulan RUU tersebut berasal dari Fraksi PKB dan naskah akademik sudah dipresentasikan. Menurutnya, pembahasan di Badan Musyawarah sudah dilakukan dan dimajukan ke Badan Anggaran. Kemudian langkah selanjutnya tinggal membentuk Panitia Kerja dan Panitia Khusus. “Soalnya, RUU ini ada kaitan antara Komisi VIII dengan Komisi X,” katanya.

Ia menuturkan, RUU tersebut penting untuk peningkatan kualitas pendidikan madrasah dan pondok pesantren. Di samping menyangkut dukungan anggaran dari pemerintah untuk, kata Cucun, RUU itu pun dapat menyinergikan kurikulum pada madrasah yang dikelola Kementerian Agama dengan pondok pesantren salafiyah.

“Ini tentu patut di syukuri, bahwa apa yang menjadi perjuangan Fraksi PKB dengan menginiasi hadirnya rancangan undang-undang yang memiliki keberpihakan pada madrasah dan pesantren akhirnya berhasil diperjuangkan, ” ungkap  Cucun.

Proses panjang memang diakui H Cucun harus  dihadapi bagaimana memperjuangan Rancangan UU yang berpihak pada pesantren dan madrasah diparlemen. Menurutnya perjuangan belum tuntas, masih ada proses lain yang harus dihadapi.

“Kita akan berjuang terus, hari ini status RUU itu meningkat menjadi RUU Inisiatif DPR, ini tentu kabar baik, dan akan terus kami perjuangkan agar ada percepatan pengesahan RUU ini menjadi UU dalam rapat Paripurna,” tandasnya.

Persoalan ketidakadilan di dunia pendidikan memang diakuinya masih terjadi, khususnya bagi pesantren dan madrasah. Padahal nyatanya, pesantren dan madrasah telah hadir jauh sebelum negara merdeka, memberi kontribusi bagi pendidikan dan pembangunan akhlak bangsa Indonesia.

“Itulah kenapa, FPKB menginiasi ini sudah lama, kita gencar agar ada keadilan , kesetaraan prioritas pengembangan antara pendidikan umum dan pendidikan berbasis madrasah dan pesantren. Tidak seperti hari ini, pesantren dan madrasah dianak tirikan,” tandasnya.

Kepada seluruh ulama, Cucun berharap untuk terus istiqomah memberikan dukungan atas perjuangan partai yang menjadi refresentasi kaum nahdlatul ulama yang mayoritas memiliki lembaga pendidikan madrasah dan pesantren dipenjuru nusantara.

“Doakan kami, para santrinya yang tengah mengabdi di PKB yang mengemban tugas di DPR, untuk hasil maksud, melahirkan kebijakan yang membawa keberkahan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi warga Indonesia,” imbuhnya.  NH

Share

Check Also

Peluang Industri Elektronik dan Rumah Tangga Sangat Besar di Indonesia

Thejak – Seketaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan Marthin Simanungkalit mengatakan peluang investasi  untuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *