Jumat , 15 Juni 2018

8 TNI Tewas Diberondong

Kelompok separatis bersenjata di Papua kembali beraksi. Kali ini, mereka menyerang para anggota TNI yang sedang bertugas di Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak, Papua.
Delapan anggota TNI tewas di Papua dalam dua penyerangan terpisah pagi tadi. Para pelaku kini masih diburu.
Menkopolhukam Djoko Suyanto menjelaskan, peristiwa penyerangan pertama terjadi sekitar pukul 09.30 WIT, Kamis (21/2), di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.
“Satu orang TNI gugur atas nama Pratu Wahyu Bowo. Dia anggota Pos Yonif 753 Tinggi Nambut, Nabire dan ditembak di bagian dada hingga tewas,” kata Djoko.
Selain Pratu Wahyu, ada juga Lettu Inf Reza yang menjadi korban penembakan. Namun nyawanya masih bisa terselamatkan. Dia mengalami luka tembak di bagian lengan kiri.
Peristiwa kedua terjadi sekitar pukul 10.30. di Kabupaten Puncak, tepatnya di Distrik Simak. Di lokasi tersebut, jumlah korban tewas lebih banyak, yakni 7 orang anggota TNI.
Dengan demikian, total korban jiwa berjumlah 8 orang. Anggota yang gugur atas nama Sertu Ramadhan, Pratu Edi, Praka Jojo Wiharja, Pratu Mustofa, Praka Wempi, Sertu Udin, Sertu Fransm
“10 Anggota Koramil Sinak, Kodim 1714/Puncak Jaya sedang dalam perjalanan menuju bandara Sinak untuk mengambil radio kiriman dari Nabire. Namun ketika tiba di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, mereka dihadang dan ditembaki kelompok bersenjata,” kata Djoko.
Djoko mengatakan, berdasarkan informasi intelejen sementara, pelaku penembakan tersebut diduga berasal dari kelompok Goliat Tabuni dan kelompok Murib.
Penyerangan yang terjadi di Distrik Tingginambut diduga dilakukan oleh kelompok Goliat Tabuni. Sedangkan penyerang ke dua yang terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak diduga dilakukan kelompok Murib.
Djoko pun mengimbau agar masyarakat di Papua, mulai dari tokoh agama hingga tokoh adat untuk bekerjasama dengan pemerintah guna mencari para pelaku penembakan. Diduga, kelompok yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut adalah Goliat Tabuni dan Murib.
“Saya mengimbau juga tidak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Djoko.(OTK)

Share

Check Also

Diduga Terlibat Korupsi, Ganjar Pranowo Dinilai Cederai Jawa Tengah

thejak.co - Sejak tahun 2000 hingga 2018, provinsi Jawa Tengah tercatat kurang lebih ada 21 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot News!