
thejak.co - PDIP dan Gerindra Jawa Barat diopinikan bakal berkoalisi di Pilgub 2018. Pada hal kedua partai saling bersebrangan soal pilpres 2019.
Pernyataan ini seperti yang diutarakan oleh Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid. Opini ini muncul lantaran hanya kedua partai ini yang belum menunjuk bakal calon gubernur setelah Deddy Mizwar yang kemarin intensif membangun komunikasi dengan mereka ternyata telah menjadi kader Partai Demokrat.
“Soal dengan PDIP selama visi-misi program dan sosok calonnya cocok untuk rakyat Jabar yang modern egaliter, religius bukan hal yang mustahil,” kata Sodik.
Meski begitu dirinya tetap akan membangun komunikasi politik dengan PKS, Demokrat dan PAN untuk membentuk poros alternatif dan bukan untuk Deddy Mizwar.
“Masih diusahakan dengan PKS, Partai Demokrat dan PAN,” ujarnya.
Kenapa? Menurut Sodik hal ini dikarenakan Gerindra punya nama bakal calon untuk diusung sebagai gubernur.
“Akan kami sampaikan secara intens dan baik-baik tentang calon kami kepada mereka. Semoga berhasil,” tukasnya.
Menyikapi hal ini Deddy Mizwar (Demiz) menyatakan bahwa dirinya konsisten dengan langkah politik yang telah terbangun antara Demokrat, PKS dan PAN.
“Kan bisa dibicarakan di tingkat pimpinan pusat, kenapa jadi mesti berkoar-koar,” ujar Deddy di kantor LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa komunikasi dengan Gerindra tetap dibangun dengan hangat dan suasana kekeluargaan.
“Teruslah saya (komunikasi). Gerindra kan sahabat kita juga. Belum intens lagi (komunikasinya) karena kita fokus ke tiga partai dulu,” ungkap dia.
“Karena sudah dapat tiket melangkah ke pilgub. Tapi sambil komunikasi dengan Gerindra, sambil dilakukan,” sambung Deddy. JAK
TheJAK