Sabtu , 14 Juli 2018

Wagub DKI Sandiaga Uno Benci Kecebong

 

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.

thejak.co - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno minta masyarakat tak menggunakan panggilan ‘cebong-kampret. Istilah cebong bagi pendukung Jokowi dan kampret bagi pendukung Prabowo.

Menurut Sandiaga juga mengaku tidak menyukai penyematan panggilan tersebut ke kelompok politik tertentu.

“Setuju, saya paling nggak suka itu kata-kata itu. Saya paling sebel banget dengar kata kecebong-kampret. Menyebut nama-nama yang merendahkan. Kita sepakat banget sama Aa Gym,” kata Sandiaga di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/7).

Sandiaga mengaku tidak pernah menggunakan kata-kata tersebut. Penggunaan kata tersebut, menurutnya, dapat membuat warga semakin terpecah dan berdampak negatif.

“Saya nggak pernah menggunakan kata-kata tersebut dan itu kata-kata yang medegradasi kita. Membuat kita tambah pesimis dan begitu kita berfikir pesimis kita berfikir negatif,” jelas Sandiaga.

Sandiaga mengajak warga menggunakan kata-kata yang sopan dan bijak. Dia meminta warga mementingkan peratuan dibandingkan egoisme antar individu.

“Mari gunakan kata-kata yang baik, kata-kata yang besar. Jadi kalau kita ingin membangkitkan semangat kita, kita pakai istilah-istilah yang membesarkan bangsa kita. Kita gunakan kata-kata besar seperti Bhinneka Tunggal Ika,” papar Sandiaga.

KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) juga meminta kepada masyarakat jangan menyebut orang dengan gelar yang buruk, termasuk memanggil ‘kecebong’ atau ‘kampret’. Dua sebutan itu sering disematkan oleh para pendukung tokoh politik tertentu.

“Jadi jangan panggil dengan gelaran yang buruk. Yang satu panggil kecebong, yang satu panggil kampret,” kata Aa Gym, dalam acara Kajian Tauhid, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7).

Aa Gym pun sering bertanya kepada hadirin yang hadir untuk mengingatkan hal tersebut. Masyarakat pun mengulang apa yang dikatakan oleh Aa Gym.

“Jangan memanggil orang dengan gelar buruk,” ucap masyarakat berbarengan.

Sebutan ‘kecebong’ dan ‘kampret’ muncul setelah Pilpres 2014. Saat itu Joko Widodo (Jokowi) berhadapan dengan Prabowo Subianto. Masing-masing pendukung pun saling melekatkan sebutan itu ke pendukung rivalnya.

Dalam acara tersebut dihadiri pula oleh Gubernur Nusantara Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) dan anggota Dewan Pembina Anggota Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Bachtiar Nasir. NH

Share

Check Also

Sam Aliano Yakin PAN Jadi Kunci Kemenangan di Pilpres 2019

thejak.co - Calon presiden Sam Aliano bertemu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot News!