Thejak, PPDB.
Kisruh PPDB Tangsel yang tidak transparan dan akuntabel membuat dunia pendidikan sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan dengan banyaknya keluhan oleh orang tua murid karna dianggap sarat pungli. Dimana proses verivikasi penerimaan peserta didik baru bertolak ukur pada sistem online yang tidak bisa diakses.
Jati Pramestianto, Ketua Pospera Tangsel mengatakan ada pengakuan dari salah satu orang tua siswa di Tangsel bahwa sistem ppdb sarat pungli oleh oknum yang mengatas namakan guru. Para orang tua dijanjikan meluluskan anaknya dengan membayar uang 6 sampai 15 juta.
” Pospera tangsel juga curiga bahwa oknum tersebut dilindungi oleh pihak sekolah maupun oleh oknum pemerintahan Tangsel,” ucapnya.
Jati menambahkan kejadian ini sudah terjadi dan berulng-ulang dari 2 tahun sejak ppdb online diterapkan di Tangsel.
“Sistim down ini aneh. Apalagi ini tahun ke 2. Kok down lagi. Pospera merasa aneh karna kejadian ini terus terjadi setiap tahunnya. Dan Pospera juga kecewa dengan sikap pemerintah kota tangerang selatan yang diam seperti tidak peduli akan permsalahan ini,” tandasnya.
Jati mengatakan Pospera Tangsel berpikir bahwa pemerintahan kota Tangsel tidak belajar dari kesalahan tahun-tahun sebelumnnya dan kami Pospera tangsel menuntut pemerintahan kota tangerang selatan khususnya Walikota Airin segera turun tangan dan bertanggung jawab atas kisruh ppdb ini.
“Copot Kepala Dinas Pendidikan. Dia harus tanggung jawab,” ucapnya.
Pospera Tangsel mencurigai jangan2 sistim down ini disengaja oknum2 hitam. Harusnya Airin berani bersikap seperti WH yang mencopot pejabat terkait
(Ns)
TheJAK
