thejak.co - Warga Kali Angke, Jakarta Barat, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk segera melanjutkan pekerjaan normalisasi yang terhenti.
Pasalnya, ada beberapa bidang tanah warga yang belum dibebaskan oleh Pemprov DKI. Total lahan yang belum dibebaskan seluas 15 ha.
Ahmad, salah satu warga yang lahannya terkena program normalisasi kali Angke era Gubernur sebelumnya itu meminta kepada Pemprov DKI untuk melanjutkan pembebasan lahan tersebut.
Apalagi, kata dia, ada bidang tanah yang sudah dikeruk atau dipasang tiang penyangga tapi belum dibebaskan.
“Warga yang terkena program normalisasi kali Angke bersedia mendukung program pemerintah dengan sepenuh hati dan sudah sepakat untuk mengikhlaskan tanahnya dibebaskan demi untuk program penanggulangan banjir di DKI Jakarta,” ujar Ahmad.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik memastikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan tetap melakukan normalisasi sungai untuk menghindari banjir.
Namun, menurut Taufik, Anies-Sandi tidak akan menggunakan pendekatan seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan melakukan penertiban warga bantaran kali.
“Kalau soal normalisasi kali, hukumnya wajib. Tapi kita juga meminta jangan membuat rakyat susah. Masih banyak cara lain kalau mau dipikirin serius. Supaya kali juga normal gusuran tidak dilaksanakan. Bisa, apa kek teknologi kan banyak,†ujar Taufik. JAK
TheJAK