
thejak.co - Maraknya galian liar di kawasan Kabupaten Bogor membuat resah warga sekitar. Sebab, selain terjadi kerusakan alam, warga juga terganggu dengan lalu-lalang truk besar yang mengancam keselamatan mereka dan merusak jalan raya.
Kondisi ini membuat warga tiga wilayah kecamatan yaitu Parungpanjang, Rumpin dan Gunungsindur berencana mendatangi Pemerintah Kabupaten Bogor pada hari Rabu (18/7).
Untuk meminta ketjelasan dari Bupati Bogor. “Kami akan menyampaikan beberapa tuntutan masyarakat terkait tambang dan dampak negatifnya yang hingga saat ini tidak pernah terselesaikan.†ujar Junaedi Adi Karya, Ketua Umum Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT).
Junaedi pun mengaku kalau pihaknya sudah menyebarkan surat terbuka dan seruan aksi kepada semua warga yang peduli atas nasib wilayah tiga kecamatan yang terdampak beroperasinya perusahaan tambang dan angkutan tambang.
“Bayangkan dari data puskesmas Parungpanjang pada tahun 2017 saja, ada 9000 warga disana yang terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Belum lagi korban tewas akibat kecelakaan yang melibatkan angkutan tambang,†paparnya.
Menyikapi hal ini KemenÂterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI angkat tangan mengatasi galian-galian C yang ada di Parungpanjang, Rumpin, dan Gunungsindur.
Kepala BiÂro Komunikasi KementeÂrian ESDM Agung Pribadi mengatakan peÂngaÂwaÂsan termasuk pengurusan izin galian (galian C) yang ada di tiga lokasi itu ada di Pemprov Jawa Barat. Sehingga, peÂÂngaÂwasannya pun ada di tangan Pemprov Jabar dan Pemkab Bogor. JAK
TheJAK