
thejak.co - Pemerintah Arab Saudi memberikan fasilitasi khusus untuk pemeriksaan keimigrasian para jamaah haji asal Indonesia.
Sebanyak 20 loket pemeriksaan keimigrasian negara Arab Saudi disediakan di terminal 2 keberangkatan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Menggunakan sistem baru yang disebut “Layanan Tamu Allahâ€, pengurusan dokumen keimigrasian negara Arab Saudi bisa dilakukan di negara keberangkatan dan tidak lagi di negara tujuan.
Dengan menggunakan sistem ini, semua proses kedatangan seperti pengambilan sidik jari, pengecapan paspor, dan penyortiran barang bawaan jemaah akan dilakukan di Indonesia.
Setibanya di Arab Saudi jemaah akan melalui jalur khusus tanpa perlu melakukan proses verifikasi kedatangan.
“Dengan sistem baru ini, mereka (jemaah haji) akan sangat mudah untuk sampai ke wilayah tanah suci,” kata Direktorat Keimigrasian dan Paspor Arab Saudi Jendral Sulaiman Al Yahya di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Kemarin.
Menurut dia, jemaah haji saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dan Bandara Pangeran Muhammad Madinah, Arab Saudi dapat langsung menuju penginapan untuk beristirahat tanpa harus menunggu proses keimigrasian yang bisa memakan waktu hingga empat jam.
Sebelum Indonesia, sistem ini sudah lebih dulu diuji coba di negara tetangga Malaysia pada tahun lalu.
“Jemaah haji asal Indonesia merupakan prioritas bagi pemerintah Arab Saudi karena merupakan jemaah paling rapih dan terbaik,” jelasnya.
Adapun 392 jemaah haji kloter 1 asal Jakarta lah yang pertama kali menggunakan sistem ini. jemaah melakukan verifikasi kedatangan terlebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta. NRL
TheJAK